Strategi Marketing Berbasis Masalah
Strategi Marketing Berbasis Masalah – Pelanggan tidak selalu mencari sebuah produk. Sering kali, mereka sedang mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.
Ada pelanggan yang ingin menghemat waktu. Ada yang ingin pekerjaannya lebih mudah.
Karena itu, marketing tidak cukup hanya berbicara tentang keunggulan produk. Pesan pemasaran perlu menyentuh kebutuhan yang benar-benar dirasakan pelanggan.
Pendekatan seperti ini membuat komunikasi bisnis terasa lebih dekat. Pelanggan merasa bahwa sebuah brand memahami kondisi mereka, bukan sekadar ingin menjual sesuatu.
Sinergi Corpora Indonesia juga menekankan pentingnya memahami customer potensial serta mengidentifikasi sumber prospek dan channel penjualan yang efektif dalam materi Sales Excellence.
Marketing berbasis masalah dimulai dengan mendengarkan.
Sebelum membuat konten atau menawarkan produk, bisnis perlu memahami apa yang sedang dialami target pelanggan. Informasi tersebut bisa diperoleh dari percakapan dengan pelanggan, pertanyaan yang sering muncul, masukan, komplain, maupun pengalaman tim sales ketika berhadapan langsung dengan pasar.
Semakin dekat bisnis dengan masalah nyata pelanggan, semakin mudah pula menentukan pesan yang relevan.
Misalnya, pelanggan tidak selalu mengatakan bahwa mereka membutuhkan sebuah produk. Mereka mungkin mengatakan bahwa proses kerja terlalu lama, pelanggan sulit dijangkau, atau hasil yang diperoleh belum sesuai harapan.
Kalimat tersebut sebenarnya memberikan petunjuk tentang kebutuhan yang dapat menjadi dasar komunikasi marketing.
Salah satu kesalahan dalam pemasaran adalah terlalu cepat membicarakan produk.
Konten langsung dipenuhi fitur, harga, promo, dan ajakan membeli. Padahal, calon pelanggan mungkin belum merasa memiliki alasan untuk memperhatikan penawaran tersebut.
Pendekatan berbasis masalah mengubah urutannya.
Mulailah dengan masalah yang familiar bagi pelanggan. Setelah perhatian muncul, jelaskan mengapa masalah tersebut penting untuk diselesaikan. Kemudian, berikan wawasan atau solusi yang dapat membantu.
Produk dapat diperkenalkan setelah pelanggan memahami hubungan antara masalah dan solusi.
Dengan cara ini, produk hadir sebagai jawaban atas kebutuhan, bukan sekadar barang yang sedang ditawarkan.
Konten marketing akan lebih mudah menarik perhatian ketika pelanggan merasa, “Ini masalah saya.”
Kalimat pembuka sederhana dapat membahas situasi yang sering di alami target pasar. Setelah itu, konten dapat memberikan penjelasan, langkah praktis, atau sudut pandang baru yang membantu pelanggan memahami masalahnya.
Sinergi Corpora Indonesia sendiri menjelaskan bahwa materi Sales Excellence di arahkan agar tim mampu memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan solusi yang bernilai.
Prinsip tersebut dapat di terapkan dalam komunikasi marketing.
Jangan hanya bertanya, “Apa yang ingin kita jual?”
Coba ubah pertanyaannya menjadi, “Masalah apa yang sedang di hadapi pelanggan dan bagaimana kita dapat membantu?”
Perubahan pertanyaan sederhana ini dapat membuat arah konten menjadi lebih relevan.
Tidak semua masalah pelanggan harus di jadikan tema marketing.
Pilih masalah yang paling sering muncul dan memiliki hubungan dengan solusi yang di tawarkan bisnis.
Jika sebuah masalah terus di bicarakan pelanggan, sering di tanyakan dalam chat, atau berulang dalam proses penjualan, masalah tersebut dapat menjadi sumber ide konten.
Dari satu masalah, bisnis bahkan dapat membuat beberapa jenis konten.
Satu konten dapat membahas penyebab masalah. Konten berikutnya membahas kesalahan yang sering di lakukan. Setelah itu, bisnis dapat membagikan cara mengatasinya dan kemudian memperkenalkan solusi yang tersedia.
Dengan begitu, marketing tidak terasa seperti iklan yang muncul berulang kali.
Pelanggan tidak selalu memahami istilah teknis yang di gunakan oleh perusahaan.
Karena itu, gunakan bahasa yang sederhana dan dekat dengan keseharian mereka.
Jika pelanggan menyebut sebuah masalah dengan istilah tertentu, pertimbangkan untuk menggunakan istilah tersebut dalam konten. Cara ini membuat pesan terasa lebih natural dan mudah di pahami.
Marketing yang baik bukan tentang menggunakan kata-kata yang terdengar paling rumit.
Marketing yang baik adalah ketika pesan dapat di pahami oleh orang yang memang ingin di bantu.
Setelah masalah pelanggan di pahami, langkah berikutnya adalah menjelaskan nilai dari solusi yang di tawarkan.
Jangan berhenti pada kalimat bahwa produk memiliki fitur tertentu. Jelaskan bagaimana fitur tersebut berkaitan dengan masalah pelanggan.
Misalnya, jika pelanggan mengalami proses kerja yang lambat, jelaskan bagaimana solusi yang di tawarkan dapat membantu membuat proses tersebut lebih praktis.
Dengan demikian, pelanggan tidak hanya mengetahui apa yang di jual. Mereka juga memahami alasan mengapa solusi tersebut relevan.
Pendekatan ini sejalan dengan materi Sales Excellence Sinergi Corpora Indonesia yang membahas FABE Strategy for Selling, yaitu membantu salesperson menyampaikan fitur, keunggulan, manfaat, dan bukti secara lebih terarah.
Strategi marketing berbasis masalah akan semakin kuat ketika marketing dan sales saling berbagi informasi.
Tim sales berinteraksi langsung dengan calon pelanggan. Mereka mengetahui pertanyaan yang sering muncul, keberatan pelanggan, alasan pelanggan menunda pembelian, hingga kebutuhan yang belum terpenuhi.
Informasi tersebut dapat menjadi bahan berharga bagi tim marketing.
Sebaliknya, konten marketing yang di buat berdasarkan masalah nyata dapat membantu sales ketika melakukan percakapan dengan calon pelanggan.
Dengan komunikasi yang baik antara kedua tim, pesan yang di terima pelanggan menjadi lebih konsisten.
Membahas masalah pelanggan bukan berarti membuat mereka takut.
Tujuannya adalah membantu mereka memahami situasi dengan lebih baik.
Konten dapat menjelaskan dampak dari masalah, kesalahan yang sering terjadi, dan pilihan yang dapat dip ertimbangkan. Setelah itu, pelanggan di berikan ruang untuk menentukan solusi yang sesuai.
Pendekatan yang informatif membuat brand lebih mudah dipandang sebagai sumber pengetahuan, bukan hanya sebagai pihak yang ingin melakukan penjualan.
Sinergi Corpora Indonesia juga menyebut pembelajaran berbasis kasus sebagai salah satu pendekatan dalam Sales Excellence agar peserta dapat memahami dan mengatasi masalah yang relevan dengan situasi bisnis.
Pelanggan membutuhkan alasan untuk percaya sebelum mengambil keputusan.
Karena itu, marketing sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah promosi. Konten edukatif, informasi yang berguna, contoh kasus, dan komunikasi yang konsisten dapat membantu membangun hubungan secara bertahap.
Ketika pelanggan merasa mendapatkan manfaat bahkan sebelum membeli, hubungan dengan brand dapat berkembang secara lebih sehat.
Pada akhirnya, marketing berbasis masalah bukan sekadar teknik membuat konten.
Ini adalah cara berpikir yang menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai titik awal komunikasi.
Coach Dian Saputra merupakan Coach, Corporate Trainer, dan Motivator yang menjadi bagian penting dalam pengembangan program Sinergi Corpora Indonesia, termasuk bidang Sales & Marketing Excellence. Sinergi Corpora Indonesia menjelaskan bahwa program tersebut di rancang untuk mengembangkan kemampuan sales dan digital marketing, dengan materi yang mencakup pemahaman customer potensial, pencarian prospek, channel penjualan, building rapport, penggalian kebutuhan, handling objection, hingga strategi closing.
Pendekatan Sinergi Corpora Indonesia juga menekankan pembelajaran yang aplikatif dan berbasis masalah atau studi kasus, sehingga materi dapat di sesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi yang di hadapi perusahaan.
Strategi marketing berbasis masalah membantu bisnis memulai komunikasi dari kebutuhan pelanggan, bukan hanya dari produk yang ingin d ijual.
Caranya di mulai dengan mengenali masalah yang sering di hadapi target pasar. Setelah itu, bisnis dapat membuat konten yang relevan, memberikan edukasi, menjelaskan solusi, dan menghubungkan manfaat produk dengan kebutuhan pelanggan.
Pendekatan ini membuat marketing terasa lebih manusiawi karena pelanggan tidak hanya melihat promosi. Mereka mendapatkan informasi yang memang dapat membantu.
Ketika kebutuhan di pahami dengan baik, pesan marketing menjadi lebih tepat sasaran. Hubungan dengan pelanggan pun dapat dib angun secara bertahap melalui komunikasi yang relevan dan konsisten.
Ingin tim marketing dan sales lebih mampu memahami masalah pelanggan, menemukan prospek potensial, serta menyusun komunikasi yang lebih relevan?
Pelajari program Sales & Marketing Excellence dari Sinergi Corpora Indonesia yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan sales dan marketing melalui materi yang aplikatif serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Informasi lebih lanjut dapat Anda kunjungi melalui Dian Saputra SCI dan Sinergi Corpora Indonesia.
Konsultasi Program: 082245009200
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…