Cara Membuat Konten Marketing
Cara Membuat Konten Marketing – Di tengah banyaknya konten yang muncul setiap hari, membuat konten marketing saja sebenarnya belum cukup. Sebuah brand bisa saja rutin membuat video, artikel, gambar, atau postingan media sosial, tetapi belum tentu konten tersebut benar-benar diperhatikan oleh target audiens.
Masalahnya sering kali bukan karena kontennya kurang menarik. Bisa jadi konten tersebut tidak membahas sesuatu yang sedang dibutuhkan oleh audiens. Ketika pesan yang disampaikan tidak terasa dekat dengan kondisi mereka, audiens akan lebih mudah melewati konten tersebut.
Karena itu, membuat konten marketing yang relevan perlu dimulai dari memahami siapa yang ingin diajak berbicara. Marketing bukan hanya tentang apa yang ingin disampaikan perusahaan, tetapi juga tentang apa yang ingin diketahui, dirasakan, dan dibutuhkan oleh pelanggan.
Konten yang relevan selalu memiliki sasaran yang jelas. Sebelum menentukan topik, perusahaan perlu memahami siapa target audiensnya.
Tidak cukup hanya mengetahui usia, pekerjaan, lokasi, atau jenis kelamin. Yang lebih penting adalah memahami masalah yang mereka hadapi, kebutuhan yang sedang di cari, serta alasan yang membuat mereka tertarik terhadap suatu produk atau layanan.
Misalnya, sebuah perusahaan menawarkan pelatihan sales untuk tim perusahaan. Konten yang di buat tentu akan lebih relevan jika membahas masalah seperti sulit mendapatkan prospek, kesulitan melakukan follow up, menghadapi keberatan pelanggan, atau rendahnya kemampuan closing.
Topik tersebut terasa lebih dekat karena berangkat dari persoalan yang benar-benar mungkin di alami oleh target audiens.
Pendekatan seperti ini sejalan dengan prinsip marketing yang mengutamakan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan. Sinergi Corpora Indonesia juga mengembangkan program Marketing Execution yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan perusahaan berdasarkan studi kasus di lapangan.
Salah satu cara paling sederhana untuk membuat konten lebih relevan adalah dengan memulai dari masalah.
Coba perhatikan pertanyaan yang sering muncul dari pelanggan. Perhatikan juga keluhan, kesulitan, atau hal yang sering mereka cari sebelum membeli sebuah produk.
Dari sana, perusahaan dapat menemukan banyak ide konten.
pelanggan sering bertanya tentang cara memilih produk, buat konten yang membantu mereka membandingkan pilihan. Jika mereka sering bingung menggunakan suatu layanan, buat konten yang menjelaskan langkah penggunaannya. Jika mereka belum memahami manfaat produk, berikan edukasi yang membantu mereka melihat manfaat tersebut.
Konten akhirnya tidak terasa seperti iklan karena audiens mendapatkan sesuatu yang berguna.
Pendekatan edukatif ini semakin penting karena pelanggan saat ini sering mencari informasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Marketing modern tidak hanya menyampaikan bahwa sebuah produk bagus, tetapi juga membantu calon pelanggan memahami masalah dan menemukan solusi yang sesuai.
Konten yang bagus tidak harus menggunakan bahasa yang rumit.
Justru semakin sederhana bahasa yang di gunakan, semakin mudah pesan di terima. Hindari penggunaan istilah profesional secara berlebihan jika target audiens belum tentu memahami istilah tersebut.
Bayangkan Anda sedang menjelaskan sesuatu kepada pelanggan secara langsung. Gunakan bahasa yang jelas, alami, dan tidak terasa seperti sedang membaca brosur.
Cara ini membuat komunikasi brand terasa lebih manusiawi. Audiens juga lebih mudah merasa bahwa konten tersebut memang di buat untuk mereka, bukan sekadar di buat untuk memenuhi jadwal posting.
Kesalahan yang cukup sering terjadi dalam content marketing adalah terlalu banyak membicarakan produk.
Hampir setiap konten berisi fitur, harga, promo, keunggulan, dan ajakan membeli. Padahal, audiens belum tentu sedang siap membeli.
Konten marketing sebaiknya memberikan ruang untuk edukasi. Bahas masalah yang mereka hadapi, berikan sudut pandang baru, berikan tips yang bisa di terapkan, atau bantu mereka memahami sesuatu yang sebelumnya belum mereka ketahui.
Setelah audiens mendapatkan manfaat, barulah produk atau layanan dapat di perkenalkan sebagai salah satu solusi yang relevan.
Pendekatan ini membuat promosi terasa lebih natural. Audiens tidak merasa setiap interaksi dengan brand selalu berujung pada penawaran.
Tidak semua audiens berada pada tahap yang sama.
Ada orang yang baru mengenal brand. yang sedang mencari informasi.yang sudah membandingkan beberapa pilihan. Ada juga yang sebenarnya sudah tertarik tetapi masih membutuhkan alasan untuk mengambil keputusan.
Karena itu, satu jenis konten tidak dapat di gunakan untuk semua kondisi.
Untuk audiens yang baru mengenal brand, konten edukasi dan pengenalan masalah bisa lebih sesuai. Untuk audiens yang sedang mempertimbangkan solusi, konten perbandingan, studi kasus, atau penjelasan manfaat dapat membantu. Sementara bagi audiens yang sudah memiliki minat kuat, informasi mengenai layanan, proses, atau penawaran dapat menjadi lebih relevan.
Dengan memahami perjalanan pelanggan, perusahaan tidak sekadar membuat konten sebanyak mungkin. Setiap konten memiliki tujuan dan peran dalam membantu audiens bergerak ke tahap berikutnya.
Konten marketing yang relevan seharusnya memberikan sesuatu yang bisa di bawa pulang oleh audiens.
Tidak harus selalu berupa informasi yang panjang. Satu penjelasan sederhana yang mampu membantu seseorang menyelesaikan masalah juga sudah memiliki nilai.
Misalnya, sebuah konten membahas cara menghadapi pelanggan yang sulit mengambil keputusan. Audiens seharusnya mendapatkan pemahaman baru setelah membaca atau menonton konten tersebut.
Ketika konten memberikan manfaat secara konsisten, brand perlahan dapat membangun kepercayaan. Audiens mulai mengenal perusahaan bukan hanya sebagai pihak yang menjual produk, tetapi sebagai sumber informasi yang dapat membantu mereka.
Marketing yang memberikan value seperti ini dapat membangun hubungan yang lebih kuat dalam jangka panjang. Pendekatan Sinergi Corpora Indonesia juga menekankan pentingnya marketing yang tidak hanya menjual, tetapi mampu mengedukasi dan memberikan manfaat bagi audiens.
Membuat konten yang relevan bukan pekerjaan sekali jadi.
Perusahaan perlu melihat bagaimana audiens merespons konten yang sudah di buat. Komentar, pertanyaan, pesan masuk, engagement, hingga topik yang paling sering mendapatkan perhatian dapat menjadi bahan evaluasi.
Jika satu topik mendapatkan banyak pertanyaan, mungkin ada kebutuhan informasi yang lebih besar di sana. Jika sebuah konten tidak mendapatkan respons, perusahaan dapat mengevaluasi apakah topiknya kurang relevan atau cara penyampaiannya belum tepat.
Dengan begitu, strategi content marketing terus berkembang berdasarkan respons nyata dari audiens, bukan hanya berdasarkan asumsi.
Konsistensi memang penting dalam marketing. Namun, konsisten bukan berarti harus membuat konten setiap hari tanpa memperhatikan kualitas.
Lebih baik memiliki konten yang terarah dan benar-benar di butuhkan audiens daripada membuat banyak konten yang akhirnya terasa berulang.
Konsistensi seharusnya di bangun bersama relevansi. Artinya, brand tetap hadir secara rutin, tetapi selalu berusaha membawa informasi, sudut pandang, atau solusi yang memiliki hubungan dengan kebutuhan target audiens.
Dengan cara tersebut, audiens memiliki alasan untuk terus mengikuti komunikasi brand.
Coach Dian Saputra merupakan Trainer dan Motivator yang berfokus pada pengembangan SDM dan bisnis, termasuk bidang Marketing, Sales, Leadership, Teamwork, dan Service Excellence; pengalaman beliau di dunia training dan pengembangan SDM telah berlangsung sejak 2011, dengan pendekatan pelatihan yang menekankan materi yang aplikatif, atraktif, dan solutif. Dalam konteks marketing, pendekatan tersebut relevan untuk membantu peserta memahami bahwa pemasaran bukan hanya tentang menawarkan produk, tetapi juga tentang memahami manusia, kebutuhan pelanggan, komunikasi, serta bagaimana membangun hubungan yang memberikan nilai.
Cara membuat konten marketing yang relevan dengan target audiens sebenarnya di mulai dari hal yang sederhana: memahami siapa yang ingin kita ajak berbicara.
Kenali masalah mereka, pahami kebutuhan mereka, gunakan bahasa yang mudah di pahami, dan berikan informasi yang benar-benar bermanfaat. Jangan menjadikan setiap konten sebagai tempat untuk menjual. Berikan kesempatan kepada audiens untuk mengenal brand melalui edukasi dan solusi yang relevan.
Konten yang baik bukan selalu konten yang paling ramai. Konten yang baik adalah konten yang membuat audiens merasa, “Ini memang yang sedang saya butuhkan.”
Ketika sebuah brand mampu menciptakan pengalaman seperti itu secara konsisten, konten bukan hanya menjadi alat promosi. Konten dapat menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan, hubungan, dan peluang bisnis jangka panjang.
Konten yang relevan di mulai dari pemahaman terhadap audiens. Ketika bisnis mampu memahami kebutuhan pelanggan, pesan marketing akan terasa lebih dekat, lebih manusiawi, dan lebih mudah di percaya.
Jika perusahaan Anda ingin meningkatkan kemampuan tim dalam menyusun strategi marketing, memahami target audiens, membangun komunikasi yang lebih efektif, serta menciptakan konten yang memberikan value, konsultasikan kebutuhan pengembangan tim bersama Coach Dian Saputra dan Sinergi Corpora Indonesia.
Hubungi WhatsApp 082245009200 untuk mendapatkan informasi mengenai program training dan pengembangan SDM.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Dian Saputra & Associate sebagai link internal dan Sinergi Corpora Indonesia sebagai referensi eksternal.
Cara Mengurangi Service Friction - Pelanggan tidak selalu pergi karena produk yang ditawarkan kurang bagus.…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…