Skill Based Career Planning
Skill Based Career Planning – Memilih arah karier sering kali terasa seperti menentukan jalan panjang yang belum sepenuhnya kita kenal. Banyak orang memilih pekerjaan karena mengikuti tren, mengejar gaji, atau sekadar menerima peluang yang datang. Padahal, karier yang bertahan dalam jangka panjang membutuhkan dasar yang lebih kuat.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Skill Based Career Planning, yaitu perencanaan karier dengan menjadikan kompetensi sebagai salah satu dasar utama dalam menentukan arah profesional.
Dengan pendekatan ini, seseorang tidak hanya bertanya, “Saya ingin bekerja sebagai apa?”, tetapi juga mulai bertanya, “Kemampuan apa yang saya miliki, kemampuan apa yang perlu saya kembangkan, dan pekerjaan seperti apa yang paling sesuai dengan kompetensi tersebut?”
Skill Based Career Planning adalah proses merencanakan perkembangan karier berdasarkan kemampuan yang dimiliki dan kompetensi yang perlu dikembangkan.
Sederhananya, masa depan karier tidak hanya ditentukan oleh jabatan yang ingin dicapai. Ada proses untuk melihat kemampuan nyata yang sudah dimiliki, kemudian membandingkannya dengan tuntutan pekerjaan dan tujuan profesional di masa depan.
Pendekatan ini menjadi semakin relevan karena dunia kerja terus berubah. Posisi yang populer saat ini belum tentu memiliki bentuk yang sama beberapa tahun mendatang. Karena itu, memiliki kemampuan yang relevan dapat menjadi modal penting agar seseorang lebih mudah beradaptasi.
Sinergi Corpora Indonesia sendiri menempatkan kompetensi sebagai bagian penting dalam pengembangan SDM. Dalam materi Personal Excellence, kompetensi dibahas melalui hard competency dan soft competency serta bagaimana kompetensi tersebut diselaraskan dengan tujuan besar kehidupan.
Karier bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan. Karier juga berbicara tentang kemampuan seseorang memberikan kontribusi.
Seseorang mungkin memiliki jabatan yang baik, tetapi apabila kompetensinya tidak berkembang, perjalanan kariernya bisa mengalami stagnasi. Sebaliknya, orang yang terus meningkatkan kemampuan memiliki peluang lebih besar untuk mengambil tanggung jawab baru ketika kesempatan datang.
Kompetensi juga membantu seseorang memahami nilai dirinya di dunia kerja. Ketika kita mengetahui apa yang bisa kita lakukan dengan baik, kita menjadi lebih mudah menentukan bidang yang ingin ditekuni.
Inilah alasan mengapa perencanaan karier sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan tentang jabatan. Kita perlu melihat kemampuan yang menjadi fondasi dari jabatan tersebut.
Dalam pengembangan karier, kompetensi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis.
Hard skill berkaitan dengan kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan tertentu. Contohnya adalah kemampuan menggunakan software, analisis data, digital marketing, desain, akuntansi, pemrograman, atau kemampuan teknis lainnya.
Sementara itu, soft skill berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam berinteraksi, berkomunikasi, bekerja sama, mengelola diri, dan menghadapi situasi di lingkungan kerja.
Keduanya saling melengkapi.
Memiliki kemampuan teknis yang baik tentu penting. Namun, kemampuan tersebut akan lebih bernilai ketika seseorang mampu berkomunikasi dengan baik, bekerja dalam tim, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan perubahan.
Sinergi Corpora Indonesia juga menjelaskan bahwa soft skill menjadi bagian penting dalam dunia kerja, sementara hard skill memiliki peran besar terhadap keberhasilan karier dan peluang pengembangan profesional.
Kesalahan yang cukup sering terjadi dalam merencanakan karier adalah terlalu fokus pada nama pekerjaan.
Misalnya, seseorang ingin menjadi manager karena melihat posisi tersebut memiliki penghasilan dan status yang lebih baik. Namun, menjadi manager bukan sekadar mendapatkan jabatan. Ada kemampuan memimpin, mengambil keputusan, berkomunikasi, mengelola konflik, memberikan arahan, serta mengembangkan anggota tim.
Artinya, sebelum mengejar posisi tertentu, kita perlu memahami kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankannya.
Dari sini, perencanaan karier menjadi lebih realistis. Kita dapat melihat jarak antara kemampuan yang dimiliki saat ini dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Setelah mengetahui kemampuan yang sudah dimiliki, langkah berikutnya adalah menentukan arah.
Tidak harus langsung memiliki rencana karier yang sangat panjang. Mulailah dari tujuan yang lebih dekat.
Tanyakan kepada diri sendiri: dalam satu sampai tiga tahun ke depan, ingin berkembang ke arah mana? Apakah ingin menjadi spesialis? Ingin masuk ke jalur manajemen? Ingin membangun bisnis? Atau justru ingin berpindah bidang?
Setelah arahnya terlihat, barulah kompetensi yang di butuhkan dapat di petakan.
Cara ini membuat proses belajar menjadi lebih terarah. Kita tidak perlu mengikuti semua pelatihan atau mempelajari semua skill yang sedang populer. Fokusnya adalah mengembangkan kemampuan yang benar-benar memiliki hubungan dengan tujuan karier.
Dunia kerja membutuhkan orang yang mampu terus belajar.
Kompetensi bukan sesuatu yang selesai setelah seseorang mendapatkan sertifikat atau mengikuti satu pelatihan. Kemampuan perlu di gunakan, di evaluasi, dan di kembangkan secara berkelanjutan.
Sinergi Corpora Indonesia juga menekankan pentingnya belajar berkelanjutan karena kompetensi dapat terus bertambah dan membantu seseorang meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan menyelesaikan masalah.
Karena itu, Skill Based Career Planning sebaiknya dipandang sebagai proses yang terus bergerak.
Ketika pekerjaan berubah, kebutuhan industri berubah, atau tujuan hidup berubah, kompetensi yang di kembangkan juga dapat di sesuaikan.
Coach Dian Saputra, seorang praktisi SDM, Corporate Trainer, dan Motivator Indonesia, telah aktif dalam bidang pengembangan SDM sejak 2011 dan di kenal memiliki pengalaman dalam pengembangan soft skill, leadership, personal excellence, serta pengembangan profesional. Pendekatan pelatihannya menekankan materi yang aplikatif, atraktif, dan solutif, sehingga pengembangan kompetensi tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi di arahkan agar dapat di terapkan dalam kehidupan dan dunia kerja.
Dalam konteks Skill Based Career Planning, pendekatan seperti ini menjadi penting karena seseorang bukan hanya perlu mengetahui kompetensi yang harus di miliki, tetapi juga perlu memahami bagaimana kompetensi tersebut di gunakan untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Masa depan karier tidak selalu bisa di prediksi. Namun, kita tetap bisa mempersiapkan diri dengan membangun kompetensi yang relevan.
Jangan hanya mengejar jabatan. Bangun kemampuan yang membuat Anda layak berada di posisi tersebut.
Jangan hanya mengikuti tren skill. Pilih kemampuan yang sesuai dengan arah yang ingin Anda tuju.
Dan yang paling penting, jangan menunggu karier berkembang dengan sendirinya. Buat rencana, evaluasi kemampuan, belajar secara konsisten, lalu gunakan kompetensi tersebut untuk menciptakan nilai.
Pada akhirnya, Skill Based Career Planning bukan tentang mengetahui secara pasti akan menjadi apa kita di masa depan. Ini tentang memastikan bahwa kemampuan kita terus berkembang sehingga siap ketika peluang datang.
Jika Anda atau perusahaan sedang membutuhkan program pengembangan kompetensi, personal excellence, leadership, teamwork, sales, marketing, maupun service excellence, Sinergi Corpora Indonesia menyediakan program pelatihan yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan permasalahan di lapangan. Website resminya menjelaskan bahwa program training di kembangkan dengan pendekatan berbasis kebutuhan, riset, pengalaman praktisi, serta akademisi.
Untuk mengenal lebih jauh profil dan program Coach Dian Saputra, Anda dapat mengunjungi website resmi Dian Saputra & Associate. Untuk informasi mengenai program pengembangan SDM dan training perusahaan, kunjungi Sinergi Corpora Indonesia.
Karier yang kuat tidak di bangun hanya dari keinginan. Ia di bangun dari kompetensi, pengalaman, kemauan belajar, dan keberanian untuk terus berkembang.
Ingin mengetahui kompetensi apa yang perlu di kembangkan untuk mendukung karier atau tim Anda? Konsultasikan kebutuhan pengembangan SDM bersama Coach Dian Saputra melalui WhatsApp 082245009200.
Cara Mengurangi Service Friction - Pelanggan tidak selalu pergi karena produk yang ditawarkan kurang bagus.…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…