Teknik Bertanya yang Membantu Sales
Teknik Bertanya yang Membantu Sales – Dalam dunia sales, kemampuan berbicara memang penting. Namun, sales yang mampu berbicara dengan baik belum tentu mampu memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan pelanggan. Sering kali, masalah justru muncul karena sales terlalu cepat menjelaskan produk sebelum memahami situasi, masalah, dan harapan calon pelanggan.
Padahal, pelanggan tidak selalu mencari produk tertentu. Mereka biasanya mencari jawaban atas masalah yang sedang dihadapi. Karena itu, teknik bertanya sales menjadi salah satu kemampuan penting dalam proses penjualan. Pertanyaan yang tepat dapat membuka percakapan, menggali kebutuhan, sekaligus membantu sales menentukan solusi yang benar-benar relevan.
Pendekatan ini sejalan dengan materi Sales Excellence Sinergi Corpora Indonesia yang menempatkan strategi menggali kebutuhan customer sebagai bagian penting dalam proses penjualan. Program tersebut juga membahas SPIN Selling dan SPWA untuk membantu salesperson mengarahkan percakapan secara lebih terstruktur dan memahami calon pelanggan dengan lebih baik.
Bertanya bukan sekadar mencari informasi. Dalam percakapan penjualan, pertanyaan yang baik dapat membuat pelanggan merasa didengarkan dan dipahami.
Bayangkan seorang pelanggan mengatakan bahwa penjualan di perusahaannya sedang menurun. Sales yang langsung menawarkan produk mungkin akan berkata, “Kami punya program yang bisa meningkatkan penjualan.”
Respons tersebut belum tentu salah, tetapi terlalu cepat.
Sales yang lebih terampil mungkin akan bertanya, “Menurut Bapak atau Ibu, apa yang paling memengaruhi penurunan penjualan saat ini?”
Pertanyaan sederhana seperti itu membuka ruang bagi pelanggan untuk bercerita. Dari jawaban tersebut, sales bisa mendapatkan informasi yang jauh lebih berharga sebelum menentukan solusi.
Inilah alasan mengapa sales perlu memiliki kemampuan mendengarkan. Sales tidak hanya mengumpulkan informasi untuk menjual, tetapi berusaha memahami kondisi pelanggan secara utuh.
Teknik bertanya sales sebaiknya tidak dimulai dengan pertanyaan yang membuat pelanggan merasa sedang diinterogasi. Awali percakapan dengan pertanyaan terbuka yang membuat pelanggan nyaman untuk menjelaskan kondisinya.
Contohnya, “Boleh diceritakan tantangan yang sedang dihadapi tim saat ini?”
Pertanyaan seperti ini memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk menjelaskan masalah dengan bahasa mereka sendiri. Sales pun mendapatkan gambaran awal mengenai situasi yang sedang dihadapi.
Semakin pelanggan nyaman bercerita, semakin banyak informasi yang dapat digunakan untuk memahami kebutuhan mereka.
Terkadang pelanggan hanya menyampaikan keinginan di permukaan. Misalnya, pelanggan mengatakan ingin mendapatkan produk dengan harga lebih murah.
Jika sales berhenti pada informasi tersebut, percakapan bisa berakhir pada negosiasi harga.
Namun, sales dapat menggali lebih dalam dengan pertanyaan seperti, “Apa yang menjadi pertimbangan utama Bapak atau Ibu ketika memilih produk ini?”
Jawabannya mungkin bukan sekadar harga. Bisa jadi pelanggan membutuhkan efisiensi, kualitas yang lebih baik, pelayanan yang cepat, atau kepastian setelah pembelian.
Dengan menggali alasan di balik kebutuhan, sales dapat memahami masalah yang sebenarnya.
Hal ini penting karena pelanggan pada dasarnya tidak hanya membeli fitur. Mereka membeli manfaat dan solusi yang dapat membantu kondisi mereka menjadi lebih baik.
Satu pertanyaan sering kali belum cukup untuk memahami kebutuhan pelanggan. Setelah mendapatkan jawaban, sales perlu memberikan pertanyaan lanjutan yang relevan.
Misalnya pelanggan mengatakan, “Tim kami kesulitan melakukan follow up kepada calon pelanggan.”
Sales dapat melanjutkan dengan, “Bagian mana dari proses follow up yang paling sering menjadi kendala?”
Kemudian dapat dilanjutkan lagi dengan, “Apa dampaknya terhadap proses penjualan saat ini?”
Pertanyaan bertahap seperti ini membantu sales melihat hubungan antara masalah, penyebab, dan dampaknya.
Pendekatan menggali kebutuhan secara mendalam juga menjadi bagian dari materi Sales Excellence Sinergi Corpora Indonesia melalui strategi SPIN Selling dan metode SPWA.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam penjualan adalah memberikan solusi terlalu cepat.
Sales mendengar satu masalah, kemudian langsung menjelaskan produk. Akibatnya, pelanggan belum selesai menjelaskan kebutuhannya tetapi sudah menerima presentasi yang panjang.
Padahal, semakin jelas kebutuhan pelanggan, semakin mudah sales menentukan solusi yang tepat.
Berikan waktu kepada pelanggan untuk berbicara. Dengarkan tanpa memotong. Perhatikan kata-kata yang mereka gunakan dan cari bagian yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
Dengan cara ini, percakapan terasa lebih natural. Pelanggan juga tidak merasa sedang di paksa untuk membeli.
Sinergi Corpora Indonesia menekankan pentingnya komunikasi yang empatik dalam Sales Excellence karena pelanggan yang merasa di hargai dan di layani dengan tulus akan lebih mudah membangun kepercayaan.
Setelah kebutuhan pelanggan cukup jelas, barulah sales menghubungkan kebutuhan tersebut dengan solusi yang di tawarkan.
Misalnya pelanggan mengatakan bahwa masalah utamanya adalah tim sales kurang konsisten melakukan follow up. Sales tidak perlu langsung menjelaskan semua fitur program yang di miliki.
Lebih baik menjelaskan bagian yang berkaitan langsung dengan masalah tersebut.
“Dari yang Bapak ceritakan tadi, tantangan utamanya ada pada konsistensi follow up. Karena itu, bagian yang mungkin paling relevan adalah pembentukan sistem komunikasi dan follow up yang lebih terstruktur.”
Cara seperti ini membuat penawaran terasa lebih personal. Pelanggan dapat melihat hubungan antara masalah mereka dengan solusi yang di berikan.
Sales bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan closing. Hubungan yang di bangun selama proses penjualan juga memiliki nilai yang besar.
Ketika sales benar-benar mendengarkan, pelanggan akan merasakan bahwa percakapan tersebut bukan sekadar transaksi. Ada usaha untuk memahami kondisi mereka.
Inilah yang membuat teknik bertanya sales sangat berkaitan dengan kepercayaan.
Sales yang baik tidak selalu menjadi orang yang paling banyak berbicara. Justru, mereka mampu memberikan ruang kepada pelanggan untuk berbicara, kemudian menggunakan informasi tersebut untuk memberikan solusi yang lebih tepat.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep building rapport yang di jelaskan dalam program Sales Excellence, yaitu membangun kepercayaan dan kenyamanan pelanggan melalui komunikasi yang positif, empatik, dan relevan.
Coach Dian Saputra merupakan Trainer dan Motivator yang berfokus pada pengembangan SDM, termasuk bidang Sales, Marketing, Leadership, Teamwork, dan Service Excellence. Dalam materi Sales Excellence, pendekatan yang di gunakan menekankan kemampuan komunikasi, memahami psikologi pelanggan, membangun hubungan, menggali kebutuhan, hingga menerapkan strategi penjualan secara praktis. Pengalaman lebih dari 10 tahun di dunia training dan pengembangan soft skill menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya dalam mendampingi berbagai organisasi dan perusahaan.
Teknik bertanya sales bukan sekadar menghafalkan daftar pertanyaan. Yang lebih penting adalah memahami kapan harus bertanya, kapan harus mendengarkan, dan kapan harus memberikan solusi.
Pertanyaan yang tepat dapat membantu sales menemukan kebutuhan yang sebelumnya belum di sampaikan oleh pelanggan. Dari sana, sales dapat memberikan penawaran yang lebih relevan dan tidak terasa memaksa.
Pada akhirnya, pelanggan ingin merasa di pahami. Ketika sales mampu menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami masalah pelanggan, proses penjualan menjadi lebih manusiawi.
Closing memang penting, tetapi closing yang sehat biasanya lahir dari proses komunikasi yang baik. Sales memahami pelanggan, pelanggan memahami solusi, dan keduanya menemukan alasan yang masuk akal untuk melanjutkan hubungan bisnis.
Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang pengembangan kemampuan Sales Excellence dan strategi menggali kebutuhan customer, Anda dapat mengunjungi Dian Saputra & Associate untuk mendapatkan informasi mengenai program training dan pengembangan SDM.
Untuk informasi mengenai program Sales Excellence dan pengembangan kompetensi tim penjualan, Anda juga dapat mengunjungi Sinergi Corpora Indonesia.
Sales yang mampu bertanya dengan baik akan lebih mudah memahami pelanggan, menemukan masalah yang sebenarnya, dan menawarkan solusi yang relevan. Jika perusahaan Anda ingin meningkatkan kemampuan komunikasi, menggali kebutuhan customer, hingga strategi closing tim sales, konsultasikan kebutuhan training bersama Coach Dian Saputra dan tim Sinergi Corpora Indonesia.
Hubungi WhatsApp: 082245009200
Cara Mengurangi Service Friction - Pelanggan tidak selalu pergi karena produk yang ditawarkan kurang bagus.…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…
Membangun Team yang Solid, Kompak, dan Produktif Dalam Perusahaan Anda Outbound bukan hanya aktivitas di…